Senin, 29 April 2013

PENERAPAN PENDDEKATAN DALAM PROMOSI KESEHATAN


PENERAPAN PENDEKATAN DALAM PROMOSI KESEHATAN

MACAM-MACAM PENDEKATAN DALAM PROMOSI KESEHATAN
Pendekatan yang digunakan dalam promosi kesehatan dapat berdampak positif atau negatif bagi perilaku seseorang. Ada lebih dan 90 pendekatan dan contoh dalam promosi kesehatan tetapi hanya ada beberapa yang sering digunakan(Rausol,1992).

Tones(1992), mengidentifikasikan 4 pendekatan dalam promkes yaitu:
1.      Pendekatan pemberdayaan diri sendiri
2.      Pendekatan pendidikan
3.      Pendekatan pencegahan
4.      Pendekatan radikal
Dengan memahami signifikasi dan pendekatan-pendekatan promosi kesehatan akan meningkatkan keuntungan atau hasil  dan suatu pendekatan yang melengkapi pendekatan lainnya.

C.    PENDEKATAN MEDIKAL
Pendekatan yang melibatkan kedokteran untuk mencegah atau meringankan kesakitan, dengan menggunakan metode persuasive maupun peternalistik. Adapun tujuannya adalah terbebas dari penyakit dan kecacatan yang didefenisikan secara medis seperi penyakit infeksi, kanker, dan penyakit jantung. Sebagai contoh :memberitahu orang tua agar membawa anak mereka untuk diimunisasi (mencegah terhadap penyakit infeksi), mengajak wanita yang sudah menikah tanpa memandang usia untuk melakukan pap smear (mencegah kanker), dan sebagainya.

D.    PENDEKATAN PERUBAHAN PERILAKU
Perilaku adalah respons yang terdiri atas respons motorik, respons fisiologis, respons kognitif, dan respons efektif. Tujuannya adalah mengubah sikap dan perilaku individu maupun masyarakat supay mereka meniru perilaku hidup sehat. Orang yang menerapkan pendekatan ini menganggap bahwa gaya hidup sehat merupakan contoh yang paling baik bagi klien atau masyarakat supaya masyarak berperilaku hidup sehat. Selain itu, tanggung jawab mereka untuk mendorong masyarakat agar mengadopsi gaya hidup sehat seperti yang dianjurkan, misalnya : berolahraga, makan makanan yang sehat, tidak merokok, memelihara gigi, dan sebagainya.

E.     PENDEKATAN EDUKASI
Pendidikan adalah upaya persuasive atau pembelajaran kepada masyarakat agar masyarakat mau melakukan tindakan-tindakan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Inforamsi tentang kesehatan disajikan, kemudian masyarakat dibantu untuk menggali nilai dan sikap sehingga mereka dapat membuat keputusan sendiri untuk mengadopsi praktik kesehatan yang baru sesuai dengan informasi kesehatan yang diberikan. Orang yang mendukung pendekatan ini akan member arti tinggi proses pendidikan dan akan menghargai individu untuk memilih perilaku sendiri.
            Tujuannya adalah memberikan informasi dan memastikan pengerahuan dan pemahaman masyarakat tentang masalah kesehatan, serta menetapkan keputusan untuk mengubah perilaku atas dasar informasi kesehatan yang diberikan, misalnya : pekerja seks komersial diberi penyuluhan tentang kondom dalam mencegah HIV/AIDS, ibu hamil diberi penyuluhan tentang cara mengolah makanan yang baik dan benar, dan sebagainya.
F.     PENDEKATAN BERPUSAT PADA KLIEN
Tujuannya adalah bekerjasama dengan klien agar dapat membantu mereka mengidentifikasi apa yang ingin mereka ketahui dan lakukan, memilih dan membuat keputusan sesuai dengan kepentingan dan keinginan mereka. Klien dianggap sejajar, yakni mempunyai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan berkontribusi serta mempunyai hak mutlak untuk mengontrol tujuan kesehatan mereka sendiri. Sebagai contoh : isu anti-merokok, dengan adanya isu tersebut masyarakat diharapkan dapat mengidentifikasi apa yang ingin mereka ketahui dan kerjakan berkaitan dengan isu tersebut, dan sebagainya.
            Peran promotor kesehatan bertindak sebagai fasilitator untuk membantu masyarakat mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan mereka agar memperoleh pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan masalah kesehatan yang mereka temui. Pemberdayaan diri masyarakat/klien merupakan sentral dari tujuan pendekatan berpusat pada klien.

G.    PENDEKATAN PERUBAHAN SOSIAL
Pendekatan ini memberikan nilai penting bagi hak demokrasi untuk mengubah masyaarakat agar mempunyai komitmen pada kesehatan. Orang-orang yang menerapkan pendekatan ini dapat melakukan aksi politik atau social untuk mengubah lingkungan fisik dan social yang mendukung kesehatan.
            Adapun tujuannya adalah melakukan perubahan pada lingkungan fisik, social, dan ekonom, supaya mendukung lingkungan yang dapat meningkatkan derajat kesehatan. Lingkungan fisik yang dimaksud misalnya air, tanah, dan udara, apabila salah satu dari lingkungan fisik tersebut tercemar maka dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan. Sebagai contoh : ibu hamil minum air yang berasal dari tanah yang tercemar oleh limbah pabrik dalam waktu lama, maka akan menyebabkan gangguan kehamilan dan gangguan janin; untuk mencegah supaya air tanah tidak tercemar limbah pabrik banyak aksi social yang dilakukan untuk mendukung supaya air tanah tidak tercemar, dan sebagainya.

H.    PENDEKATAN PROMOSI KESEHATAN
Berangkat dari pengalaman keberhasilan promosi kesehatan , termasuk penerapan strategi promosi kesehatan yang dirumuskan dalam Piagam Ottawa ini, maka peserta konferensi di Jakarta merumuskan pendekatan baru. Pendekatan baru promosi kesehatan yang dimaksud di dalam Deklarasi Jakarta ini adalah sebagai berikut :
Pendekatan Komprehensif
Pendekatan komrehensif yang dimaksud adalah melaksanakan kelima strateegi Ottawa Charter secara bersamaan dalam Promosi Kesehatan. Dalam melaksanakan promosi kesehatan akan lebih efektif bila kelima strategi tersebut digunakan secara bersama sesuai dengan sasarannya.
            Untuk strategi mengembangkan kebijakan yang berwawasan kesehatan, menciptakan lingkungan yang mendukung, reorientasi pelayanan kesehatan ditujukan kepada para pembuat keputusan (sasaran tertier) dan tokoh masyarakat (sekunder). Sementara itu, untuk strategi memperkuat kegiatan masyarakat dan meningkatkan keterampilan perorangan, sasaran utamanya adalah masyarakat dalam berbagai jenis kelompok dan tatanan (sasaran primer), serta tokoh masyarakat (sasaran sekunder).
Pendekatan melalui Tatanan
Untuk lebih mengefektifkan dalam mengkomsumsi promosi kesehatan, pelaksanaan atau implementasinya diarahkan pada tatanan-tatanan (setting) tertentu. Tatanan-tatanan implementasi promosi kesehatan dapat dibedakan menjadi berbagai jenis, antara lain sebagai berikut:
1.      Tatanan administrasi pemerintah, misalnya: kebupaten/kota, kecematan, desa atau kelurahan, pulau, dan sebagainya. Dari masing-masing tatanan administrasi pemerintah ini diharapkan terdapat program-program promosi kesehatan yang terfokus pada tingkat tatanan tersebut, misalnya: Provinsi Sehat, Kabupaten Sehat, Desa Sehat, dan sebagainya. Dalam Implementasi local, mungkin akan muncul misalnya: Sumatera Selatan Sehat, Prabumulih Sehat, Lahat Sehat, dan sebagainya.
2.      Institusi pendidikan: sekolah, madrasah, perguruan tinggi. Promosi Kesehatan di tatanan ini, diharapkan muncul program health promoting school atau sekolah yang mempromosikan kesehatan atau health promoting university, misalnya: usaha kesehatan sekolah, dan sebagainya.
3.      Institusi pelayanan kesehatan: rumah sakit, puskesmas, poloklinik, dan lain sebagainya.
Promosi kesehatan di tatanan institusi pelayana kesehatan, berarti menerapkan promosi kesehatan di rumah sakit, rumah bersalin, poliklinik, dan sebagainya. Pelaksanaan promosi kesehatan di rumah sakit atau poliklinik bukan untuk mengurangi arti dari pelayanan kuratif dan rehabilitative, tetapi justru untuk menunjang pelayanan ini. Hal ini karena dengan melaksanakan promosi kesehatan di tempat-tempat pelayanan ini justru meningkatkan kualitass pelayanan.



REFERENSI

Dep. Kes.RI, 1992, Modul Pendekatan Edukatif, Pusdiklat Pegawai, Jakarta
Nesi Novita dan Yunetra Fransisca. 2011. Promosi Kesehatan dalam Pelayanan Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika.
Dep.Kes , Pusat Promosi Kesehatan , Modul Dasar Kesehatan Trampil, Jakarta: 2002
Maustra IB. Pendekatan Edukatif, Planing a Diagnostik Approach, may Field Publishhing Co. USA. 1980.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar